Melihatan berita tvONE tentang anak ajaib Fahma dan Hania saya langsung meluncur ke blog mereka di perkembangan anak. Tim Fahma Dan Hania yang memenangkan kontes tingkat internasional menjadi Juara 1 International APICTA Awards 2010 di Kuala Lumpur. Selain itu Fahma pernah Juara 2 Menggambar Komik dan Juara 1 Ilmuwan Robot Cilik di Bandung dan pada awal Oktober, Fahma-Hania disebut sebagai “Pemrogram Termuda Ovi Nokia”. Tim Fahma-Hania sudah punya 2 aplikasi baru: DUIT dan Professor Asteroid, dan 5 ide aplikasi (sudah dicatat di Design Book-nya). Begitulah sedikit dari ulasan di blog tersebut. kecil-kecil gini sudah bisa bikin software dan game. Test Game Mereka Dibawah Ini.

Salut untuk Fahma-Hania yang berbakat bisa mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Tidak banyak anak-anak di Indonesia yang bisa membanggakan nama negaranya di luar negeri. Kalau melihat perkembangan seperti ini, mungkin beberapa tahun ke depan kita akan mempunyai bibit unggul dalam tekhnologi informasi yang tidak kalah canggihnya dengan bangsa lain yang sudah mendunia seperti amerika, jepang dan china. Coba Game Fahma-Hania

Pemerintah seharusnya memberikan fasilitas yang bisa membantu perkembangan anak dan kecerdasan anak bangsa agar negara ini mempunyai sumber daya manusia yang handal dan profesional. Pendidikan sebagai pilar kecerdasan bangsa harus di kedepankan. Anggaran negara dalam dunia pendidikan yang hanyab 20% saja tidaklah cukup.

Buktinya tidak cukupnya anggaran hanya 20% tersebut adalah masih banyaknya anak-anak yang tidak sekolah atau putus sekolah karena beban kemiskinan. Memang SPP di sekolah sekolah tidak di pungut lagi tapi kalau hanya SPP yang tidak seberapa tapi siswa siswi dibebankan biaya buku yang tidak murah dan biaya praktikum yang mahal juga maka harapan untuk melanjutkan kejenjang pendidikan lebih tinggi kandas di tengah jalan.

Sudah selayaknya rakyat Indonesia diberi pendidikan yang layak karena merekalah yang membayar pajak dan menanggung gaji pegawai pemerintah dan juga anggota DPR/MPR dan juga DPD. Sering kita dengar di media seperti anggota dewan yang menghabiskan anggaran untuk memrenovasi rumah anggota dewan yang terhormat itu dengan biaya yang tidak sedikit. Anggaran yang cukup besar tapi tidak masuk akal adalah rencana anggota dewan yang akan “Belajar Etika” di Yunani. Masa belajar etika harus ke Yunani, apa itu hal yang tidak masuk akal bukan.

Semoga bangsa Indonesia semakin cerdas dan generasi mudanya semakin kritis atas kebijakan elit politiknya. Ingat wahai pembawa amanat, berilah sentuhan nurani kalian untuk perkembangan anak Indonesia agar bangsa ini semakin maju dan terhormat di mata dunia. Jangan cuma jadi masyarakat yang konsumtif dan tidak bisa membuat apa yang bisa dibuat oleh negara lain. Apa yang dilakukan oleh Fahmi dan Hania merupakan cerminan bahwa sumber daya manusia Indonesia ini mampu untuk melakukan perubahan itu. Kita ini bangsa yang kaya raya dan cerdas tapi rakyatnya miskin dan dibodohi oleh pemerintah sehingga tingkat kemiskinan masih tinggi dan pengangguran masih meningkat. Semoga jadi renungan kita bersama.

Kunjungi sumber berita terkait di Perkembangan Anak

Jumlah Pembaca : 43785

Related Keyword Post :

www perkembangan anak com | www perkembangananak com | perkembangan anak com | perkembangananak com | perkembangan anak | perkembangan anak bangsa | game perkembangan anak | fahma w rosmansyah |

Komentar Pengguna Facebook :

comments

0
%d bloggers like this: