Hebat! Fitur Lowongan Kerja di Twitter atau X Sekarang Bisa Dicoba di Indonesia!

Berbeda dari platform social media lainnya, X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, kini hadir dengan fitur terbarunya yang disebut “X Job Search.” Fitur ini resmi diluncurkan pada Jumat, 17 November 2023.

X Job Search memungkinkan pengguna mencari lowongan pekerjaan dan melamar secara online, mirip dengan fungsinya di Linkedin yang biasanya digunakan secara profesional oleh banyak orang. Fitur ini telah diintegrasikan dalam versi desktop X, termasuk untuk pengguna di wilayah Indonesia.

Artikel ini akan membahas alasan kehadiran X Job Search dan memberikan panduan singkat tentang cara pengguna dapat memanfaatkannya.

Mekanisme Penggunaan X Job Search

Untuk menggunakan fitur X Job Search, pengguna hanya perlu membuka menu khusus di halaman utama X.com versi web. Dalam pencarian pekerjaan, pengguna dapat memasukkan kata kunci pekerjaan dan menentukan wilayah atau lokasi yang diinginkan, lalu klik tombol “search” untuk melihat daftar lowongan pekerjaan yang tersedia.

Seperti halnya di Linkedin, pengguna dapat melihat informasi lengkap mengenai lowongan pekerjaan, termasuk nama dan lokasi perusahaan, job deskripsi, kualifikasi, dan manfaat yang ditawarkan.

Proses melamar pekerjaan juga sangat mudah, pengguna hanya perlu mengklik tombol “Apply now.” Setelah itu, mereka akan diarahkan ke tab baru dengan URL “jobs.lever.com/(perusahaan)” atau langsung ke situs resmi perusahaan.

Baca Juga:  Gemini AI: Terobosan Baru Kecerdasan Buatan dari Google, Mampukah Tandingi ChatGPT 4

Di halaman situs tersebut, pengguna diberikan opsi untuk melamar menggunakan profil LinkedIn. Selain itu, pengguna harus melengkapi beberapa informasi pribadi seperti nama lengkap, alamat email, nomor telepon, latar belakang pekerjaan, melampirkan resume/CV, menyebutkan rata-rata gaji yang diharapkan, menyertakan link media sosial, portofolio, latar belakang pekerjaan, dan keterampilan yang dimiliki.

Setelah semua informasi terisi, pengguna cukup klik “submit application” untuk mengirimkan lamaran pekerjaan melalui X/Twitter.

Fitur X Hiring: Membuka Peluang Baru di Dunia Pekerjaan

Hebat! Fitur mencari pekerjaan di Twitter atau X Sekarang Bisa Dicoba di Indonesia 2

Pada bulan Agustus, X/Twitter memperkenalkan fitur terbaru mereka, “X Hiring.” Berbeda dengan X Job Search yang ditujukan untuk pencari kerja, X Hiring dirancang khusus untuk perusahaan yang sedang mencari talenta baru dengan membuka lowongan pekerjaan. Informasi lowongan akan muncul di bawah profil X perusahaan dengan keterangan “We Hiring.”

Pelamar dapat dengan mudah menelusuri posisi dan divisi yang tersedia dengan menggeser ke kanan atau kiri, atau memilih opsi “View all jobs” untuk melihat semua lowongan yang tersedia. Meskipun masih dalam tahap versi beta, X Hiring telah resmi diluncurkan, memungkinkan perusahaan yang sudah terverifikasi mengelola lowongan pekerjaan melalui aplikasi.

Baca Juga:  Cara Mudah Mengecek dan Mengatasi Penyadapan HP

Proses pendaftaran untuk perusahaan juga terbilang sederhana. Perusahaan hanya perlu mengisi beberapa informasi seperti nama perusahaan, website resmi, username di X, alamat email, dan domisili perusahaan. Setelah pendaftaran, X akan meninjau dan memastikan bahwa perusahaan memenuhi syarat yang ditetapkan.

Sebagai contoh, Vercel, perusahaan yang sudah terverifikasi, telah mengumumkan beberapa lowongan pekerjaan melalui profil mereka. Namun, pengguna X di Indonesia perlu bersabar karena akses terhadap lowongan tersebut masih dalam tahap pengembangan.

Alasan kehadiran Fitur X Job Search

Twitter atau X fitus cari kerja di Indonesia!

Fitur ini memiliki kemiripan dengan Linkedin, yang sebenarnya tidak mengherankan mengingat perubahan besar yang dilakukan oleh Elon Musk setelah menjadi CEO X/Twitter. Perubahan nama Twitter menjadi X dan akuisisi startup pencari kerja, Laskie, menunjukkan visi Elon Musk untuk menjadikan X/Twitter sebagai aplikasi serba bisa atau “Everything App” bagi penggunanya. Fitur X Job Search menjadi langkah awal menuju visi tersebut setelah beberapa bulan diskusi dan persiapan oleh Elon Musk.(*)