Pengertian Teks Argumentasi: Ciri-ciri, Jenis, Struktur dan Contoh

Teks argumentasi adalah seni merayu hati pembaca dengan kekuatan kata-kata, mengajak mereka merenung dalam dunia isu dan fakta yang penuh daya tarik. Gaya penulisan yang memikat, mampu mengkritisi isu-isu kekinian dengan mengandalkan data dan fakta yang menjadi sorotan banyak orang.

Dalam pandangan aliran tekstual revolusi, teks argumentasi bukan sekadar rangkaian kalimat, melainkan instrumen yang memicu revolusi pemikiran. Sebuah seni mengeksplorasi sudut pandang, meramu bukti, dan menghadirkan argumen-argumen yang menggetarkan.

Pengertian teks argumentasi, menurut laman sampoernauniversity.ac.id, adalah bentuk tulisan yang menjadi landasan debat. Di dalamnya, tersembunyi retorika yang berusaha memengaruhi pikiran pembaca dengan kekuatan kata-kata. Proses kreatif penyusunan teks argumentasi menggandeng pembaca dalam perjalanan kritis dan logis melalui buku, penelitian, wawancara, dan sumber daya lainnya.

Penulis teks argumentasi, sejalan dengan pandangan ahli seperti Dalman, Atar Seni, Nursisto, dan Keraf, memperlakukan opini pribadinya sebagai klaim yang perlu dibuktikan dengan fakta dan argumen yang kuat. Data-data mendukung, seperti alasan, statistik, penelitian ahli, serta pengalaman pribadi, menjadi bahan bakar untuk meyakinkan pembaca. Transparansi sumber menjadi kunci untuk mempertegas kualitas tulisan.

Tujuan teks argumentasi tak hanya sebatas ungkap pendapat. Melainkan, sebuah panggilan untuk mengungkapkan pandangan penulis terhadap suatu permasalahan. Menyuarakan pendapat secara logis dan berbasis data adalah jalan untuk memengaruhi perilaku pembaca. Memberikan data relevan, logis, dan kredibel adalah fondasi untuk meyakinkan.

Ciri-ciri teks argumentasi dalam revolusi tekstual bukan hanya menuntut kebenaran dan bukti. Lebih dari itu, setiap kata terpilih dengan hati-hati untuk menciptakan pesan yang mendalam. Pemilihan kata yang langsung, denotatif, dan analisis rasional menjadi tanda tangan dari teks argumentasi yang bermakna.

Jenis-jenis teks argumentasi dalam pandangan revolusi tekstual bukanlah sekadar susunan paragraf. Sebab-akibat, akibat-sebab, argumentatif persamaan, otoritas, dan kesaksian, semuanya menjadi bagian dari instrumen revolusioner untuk mengubah cara kita memandang dunia.

Dalam menghadirkan teks argumentasi, langkah-langkahnya adalah perjalanan kreatif yang memikat. Memilih topik yang berbicara, menentukan tema yang memikat, mengumpulkan data, memilih pola pengembangan, menyusun kerangka paragraf, hingga merinci rangkaian utuh. Semua langkah tersebut adalah bagian dari ritual penyusunan teks argumentasi yang menggetarkan.

Sebagai hasil akhir, struktur teks argumentasi dalam revolusi tekstual terdiri dari pendahuluan yang memikat, argumen utama yang mendalam, dan kesimpulan yang merangkum inti pesan penulis. Kaidah-kaidah penyusunan tulisan menjadi senjata penulis, dengan kata keterangan, kata penghubung, verba mental, dan kata kerja relasional sebagai elemen-elemen kritis.

Dalam ranah revolusi tekstual, teks argumentasi adalah panggilan untuk mengubah dunia dengan kekuatan kata-kata. Sebuah perjalanan menyelami isu-isu kompleks, memaparkan fakta, dan menggugah kesadaran pembaca. Inilah teks argumentasi dalam era revolusi tekstual—seni yang mengubah cara kita memandang dan meresapi makna kata-kata.

Baca Juga:  Buatlah 10 Kalimat dengan Kata ‘Proses’

Tujuan Teks Argumentasi

1. Mengungkap pandangan

Teks argumentasi bertujuan mengungkap pandangan atau pendirian penulis. Hal ini karena tiap individu memiliki pendapat, pandangan, dan teori maisng-masing. Dengan begitu, teks ini mengekspresikan pandangan atas suatu permasalahan dalam tulisan.

2. Pengaruh tingkah laku

Teks argumentasi bertujuan memengaruhi tingkah laku, ketika pandangan atau pendapat penulis disampaikan secara logis dan berdasar data. Hasilnya, pembaca akan setuju dan berpengaruh pada tingkah laku pembaca dalam merespons suatu isu.

3. Menarik perhatian

Menarik simpati pembaca dari tulisan penulis dengan diawali proses penelitian. Kajian literatur juga dibutuhkan atau wawancara jika diperlukan untuk mengikat perhatian pembaca.

4. Buktikan kebenaran

Membuktikan suatu kebenaran harus logis, karena argumentasi adalah upaya membuktikan kebenaran secara logis. Cara yang seperti ini mengantisipasi berita yang simpang siur di masyarakat.

Ciri-ciri Teks Argumentasi

1. Sifatnya kebenaran dan bukti

Teks argumentasi bisa dilihat kebenarannya melalui cara penyajian tulisannya. Hal ini sebagai kekuatan dasar untuk meyakinkan pembaca terhadap isi tulisan yang disampaikan.

2. Punya alasan yang kuat

Teks argumentasi harus memiliki alasan kuat. Pembaca tidak akan yakin dengan tulisan jika cara penulisannya tidak benar. Ketika pembaca mengetahui tulisan itu bersumber dari data yang kredibel, maka secara otomatis akan percaya dengan tulisannya.

3. Gunakan bahasa denotatif

Teks argumentasi ditulis dengan bahasa denotatif atau sebenarnya dan tidak berbelit-belit. Diksi kata yang tidak langsung to the point akan memunculkan keraguan bagi pembaca, apalagi jika tulisan fiktif yang tak berdasar data dan fakta.

4. Analisis rasional

Teks argumentasi ditulis berdasarkan analisis rasional atau fakta. Untuk mendukung tulisan juga bisa menggunakan penelitian sebelumnya sebagai penguat.

5. Batasi subjek dan emosional

Membatasi subjek dan emosional maksudnya adalah ketika menulis teks argumentasi harus ditulis secara objektif dan tidak melibatkan perasaan pribadi. Terlebih bagi penulis opini agar menghindari tulisan jenis ini.

Jenis Teks Argumentasi

1. Sebab akibat

Adalah jenis paragraf yang ditulis berdasarkan data-data yang dibahas muncul. Teks ini juga mengarah kepada akibat yang dihasilkan oleh sebab sebelumnya. Untuk mengetahuinya perlu diletakkan kata hubung, seperti oleh sebab itu, karena itu, dan demikian.

2. Akibat sebab

Paragraf ini ditulis dengan menghadirkan skibat yang muncul terlebih dahulu kemudian penyebabnya di akhir. Data dan fakta tidak boleh tertinggal dari unsur ini.

3. Argumentatif persamaan

Argumen yang ditulis dengan cara mengungkapkan prinsip persamaan sebelum menyimpulkan. Menyimpulkan tulisan harus berdasar data yang kuat dan dilakukan secara logis.

4. Autoritas

Di bagian ini, pendapat ahli terkemuka menjadi data tulisan untuk memcahkan masalah dalam isu yang diangkat.

Baca Juga:  Sinonim dan Antonim dari Kata ‘Mutakhir’

5. Kesaksian

Kesaksian seseorang dilibatkan dalam isu yang diangkat. Kesaksian merupakan data objektif yang sifatnya tidak bisa disangkal.

Langkah Menyusun Teks Argumentasi

Berikut langkah menyusun teks argumentasi

  1. Memilih topik atau tema yang akan dibahas dalam sebuah teks argumentasi
  2. Menentukan topik atau tema yang akan dibahas dalam sebuah teks argumentasi
  3. Menghimpun data yang akan dijadikan sebagai bukti dalam penulisan
  4. Memilih jenis pola pengembangan untuk setiap paragraf dalam tulisan
  5. Menyusun kerangka paragraf yang berisi gagasan utama dan gagasan pendukung
  6. Melengkapi serta mengembangkan paragraf menjadi rangkaian utuh

Teks argumentasi terdiri atas struktur dan kaidah yang rapi. Berikut struktur, kaidah, dan contoh teks argumentasi yang dikutip dari laman quipper.com:

Struktur Teks Argumentasi

1. Pendahuluan

Pendahuluan pada teks argumentasi berupa masalah yang terjadi dan dibuat menarik perhatian pembaca.

2. Argumen utama/tubuh argumen

Setelah menjelaskan dasar permasalahan yang diiringi argumen singkat, selanjutnya adalah bagian yang mendukung argumen tersebut dengan fakta.

3. Kesimpulan

Bagian akhir teks argumentasi adalah ringkasan dari penulis. Isi dari kesimpulan dibuat lebih ringkas dengan menyajikan pemikiran logis yang mudah ditangkap oleh pembaca.

Kaidah Teks Argumentasi

  1. Kaidah penyusunan tulisan teks argumentasi terdiri atas kata-kata keterangan atau adverbia frekuantif yang artinya berkaitan dengan pengulangan. Contoh dari kata-kata itu adalah kadang-kadang, jarang, selalu, dan sebagainya.
  2. Kata penghubung untuk menggabungkan kalimat pada teks, seperti atau, dengan, bahwa, meskipun, bahkan, dan sebagainya. Ada juga verba mental yaitu kata kerja yang menunjukkan sikap atau tindakan subjek dalam kalimat, seperti menikmati, mendengar, mencium, atau mendengar.
  3. Kata kerja relasional yang berfungsi sebagai pelengkap kalimat atau penjelas sesuatu, seperti ialah, digolongkan, dan sebagainya.

Contoh Teks Argumentasi Singkat

Dinamika Realita: Transformasi Masa Kecil yang Terabai

Realitas pahit masih menyelimuti sebagian anak Indonesia, yang tak dapat mengecap kebahagiaan masa kecil. Pernyataan ini tak sekadar terdengar, melainkan pernah dinyatakan oleh pakar psikologi pendidikan, Sukarton (1992), yang menyoroti keterlibatan anak-anak di bawah usia 15 tahun dalam mencari nafkah untuk keluarga mereka.

Melibatkan anak-anak kecil dalam mengamen atau mengemis di perempatan jalan, atau mengais rezeki dari kotak sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), masih menjadi pemandangan yang mengharukan. Hasil usaha mereka kemudian diserahkan kepada orang tua sebagai upaya untuk menopang kehidupan keluarga. Bahkan, di tengah krisis moneter yang melanda negeri ini, kecenderungan orang tua mempekerjakan anak-anak sebagai penopang ekonomi keluarga semakin merajalela.

Tentunya, ini adalah seruan untuk melihat lebih dalam, untuk meresapi realitas yang terkadang terabaikan.

Demikian, penjelasan tentang teks argumentasi disertai turunan pengertian hingga contohnya.  Semoga bermanfaat. (*)