Lagu December dari Neck Deep Menceritakan Tentang Apa? [Makna dan Lirik]

Neck Deep adalah sebuah band pop-punk asal Wales, Inggris. Mereka dibentuk pada tahun 2012 di kota Wrexham. Grup ini terdiri dari vokalis Ben Barlow, gitaris Matt West dan Sam Bowden, bassis Seb Barlow, dan drummer Dani Washington (saat pengetikan ini pada pengetahuan saya hingga Januari 2022).

Neck Deep menjadi dikenal karena gaya musik pop-punk mereka yang energik dan lirik-lirik yang mencerminkan pengalaman hidup muda, cinta, dan kehidupan sehari-hari. Album pertama mereka, “Wishful Thinking” dirilis pada tahun 2014 dan mendapat sambutan positif. Album-album berikutnya seperti “Life’s Not Out to Get You” (2015) dan “The Peace and the Panic” (2017) terus memperkuat posisi Neck Deep di kancah musik pop-punk internasional.

Lagu “December” adalah salah satu dari sejumlah lagu pop-punk melankolis yang telah diproduksi oleh Neck Deep, mengeksplorasi tema-tema emosional seperti kerinduan, kehilangan, dan perasaan kesepian selama musim dingin, ,khususnya bulan Desember.

Liriknya menggambarkan perasaan melankolis dan nostalgia saat musim liburan tiba, di mana kebahagiaan seharusnya merajai, tetapi karakter dalam lagu ini justru merasa terasing atau kehilangan.

Beberapa tema yang muncul dalam lirik lagu December yaitu:

  1. Perasaan Kesepian:
    • Lagu ini menyelami perasaan kesepian yang sering kali dirasakan oleh seseorang selama musim dingin, terutama pada bulan Desember. Terlebih lagi, ketika orang lain merayakan bersama keluarga atau teman-teman, karakter dalam lagu ini merasa terisolasi.
  2. Nostalgia dan Kerinduan:
    • Lirik lagu menciptakan atmosfer nostalgia dan kerinduan, mengingatkan pada kenangan-kenangan masa lalu yang mungkin lebih bahagia atau lebih dekat dengan hati. Bulan Desember menjadi katalisator untuk mengingat momen-momen itu.
  3. Rasa Kehilangan dan Patah Hati:
    • Ada sentuhan patah hati dalam lirik, yang mungkin disebabkan oleh kehilangan seseorang yang sangat berarti. Musim dingin dapat memperkuat perasaan kehilangan ini, menciptakan lapisan emosional yang mendalam.
  4. Upaya untuk Bertahan dan Melanjutkan:
    • Meskipun melodi dan liriknya cenderung melankolis, lagu ini juga mengekspresikan semangat untuk bertahan dan melanjutkan. Ini mencerminkan perjuangan untuk merayakan musim liburan meskipun di tengah-tengah kesedihan atau rasa kehilangan.
Read too:  Iko Uwais Non Stop, Bakal Adu Akting dengan Jet Li Hingga Ma Dong-seok

Lagu December dari Neck Deep menyuguhkan suasana emosional yang kompleks dan menciptakan ruang untuk pendengar untuk merenungkan arti dan pengalaman musim dingin, terutama di bulan Desember yang seringkali penuh dengan perasaan kontradiktif.

Stumbled around the block a thousand times
Tersandung sekitar blok ribuan kali

Missed every call that I had tried, so now I’m giving up
Tak terjawab setiap panggilan yang telah kucoba, kini aku menyerah

A heartbreak in mid December
Patah hati di pertengahan desember

You don’t give a f*ck
Kau tak peduli

You’d never remember me while you’re pulling on his jeans
Kau tak pernah mengingatku ketika kau menarik jeans-nya

Getting lost in the big city
Tersesat di kota besar

I was looking out your window
Aku melihat keluar jendelamu

Watching all the cars go
Melihat semua mobil pergi

Wondering if I’ll see Chicago
Ingin tahu jika aku akan melihat Chicago

Or a sunset on the west coast
Atau matahari terbenam di pantai barat

Or will I die in the cold?
Atau akankah aku mati kedinginan?

Feeling blue and alone
Merasa sedih dan sendiri

I wonder if you’ll ever hear this song on your stereo
Aku bertanya-tanya pernahkah kau mendengar lagu ini di stereo-mu

Chorus
I hope you get your ballroom floor
Aku berharap kau mendapat ruangan yang megah

Read too:  Nobar 'Bearing Witness' Gagal Total, Gal Gadot Jadi Gal Gatot

Your perfect house with rose red doors
Rumah sempurnamu dengan pintu berwarna merah mawar

I’m the last thing you’d remember
Akulah hal terakhir yang akan kau ingat

It’s been a long, lonely December
Sudah berlangsung lama, kesepian dibulan Desember

I wish I’d known that less is more
Kuharap aku tahu kekurangan itu adalah kelebihan

But I was passed out on the floor
Tapi aku sudah pingsan di atas lantai

And that’s the last thing I remember
Dan itu hal terakhir yang kuingat

It’s been a long, lonely December
Sudah berlangsung lama, kesepian dibulan Desember

Bridge
Cast me aside to show yourself in a better light
Lempar aku ke samping untuk menunjukkan-mu cahaya yang lebih baik

I came out breathing, barely breathing, and you came out alright
Aku keluar bernafas, nyaris tak bernafas, dan kau keluar baik-baik saja

But I’m sure you’ll take his hand
Tapi aku yakin kau akan memegang tangan-nya

I hope he’s better than I ever could’ve been
Aku berharap dia lebih baik dariku

My mistakes were not intentions
Kesalahanku bukanlah maksud

This is a list of my confessions I couldn’t say
Inilah daftar pengakuanku yang tak bisa kuucapkan

Pain is never permanent but tonight it’s killing me
Rasa sakit takkan selamanya tapi malam ini ia membunuhku

Chorus
I miss your face
Aku merindukan wajahmu

You’re in my head
Kau ada didalam kepalaku

There’s so many things that I should’ve said
Ada begitu banyak hal yang harusnya kukatakan

A year of suffering, a lesson learned
Bertahun menderita, sebuah pelajaran didapat (*)

(*)